Dari Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan: Perjuangan Pemuda Desa Lamanu Membangun Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Kabupaten Muna, Senin, 25 Desember 2025 Di tengah keterbatasan ekonomi dan minimnya peluang kerja di wilayah pedesaan, secercah harapan lahir dari hamparan lahan pertanian di Desa Lamanu, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini mulai diolah secara serius menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor, sebagai langkah awal persiapan penanaman buah semangka, komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Inisiatif ini digagas oleh Indirwan, seorang pemuda desa yang berjiwa bisnis dan memiliki pandangan jauh ke depan. Di saat banyak generasi muda memilih meninggalkan desa, Indirwan justru memilih bertahan dan berjuang dari tanah kelahirannya. Baginya, pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan strategi ekonomi dan pondasi ketahanan pangan yang mampu menghidupi masyarakat jika dikelola secara profesional.
Pengolahan
lahan dengan traktor menjadi simbol perubahan nyata. Dengan teknologi sederhana
namun efektif, proses pembajakan dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan hemat
biaya. Langkah ini membuka peluang peningkatan produksi, efisiensi usaha tani,
serta mempercepat masa tanam, sehingga memberikan harapan baru bagi
keberlanjutan sektor pertanian lokal.
“Kami memulai dari
keterbatasan, tetapi tidak ingin menyerah pada keadaan. Saya percaya, jika
pertanian dikelola dengan perencanaan, kerja keras, dan keberanian mengambil
risiko, maka desa bisa mandiri secara ekonomi. Menanam semangka ini bukan hanya
soal panen, tetapi tentang menanam harapan bagi masa depan masyarakat,” ujar
Indirwan.
Lebih dari sekadar usaha individu, kegiatan ini mencerminkan perjuangan kolektif untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur agar bernilai ekonomi. Budidaya semangka dipilih karena memiliki siklus tanam relatif singkat, permintaan pasar yang stabil, serta potensi keuntungan yang dapat langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
Dari sudut pandang
ekonomi, pengolahan lahan ini berpotensi menciptakan lapangan kerja sementara
maupun berkelanjutan, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong
perputaran ekonomi di tingkat desa. Sementara dari sisi ketahanan pangan,
produksi hortikultura lokal menjadi langkah strategis dalam memperkuat
ketersediaan pangan, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, dan
menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.
LPKPM
Official menilai bahwa inisiatif yang lahir dari Desa Lamanu ini merupakan
contoh konkret pembangunan berbasis masyarakat. Ketika pemuda desa diberi
ruang, didukung, dan difasilitasi, maka sektor pertanian mampu menjadi
penggerak utama ekonomi rakyat. Sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah,
dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar upaya seperti ini terus Berkembang
danmemberikan dampak luas.atau
Rilis
ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Muna,
bahwa dari lahan yang sederhana, dengan semangat perjuangan dan harapan yang
kuat, masa depan ekonomi dan ketahanan pangan dapat dibangun secara
berkelanjutan.


Komentar