LPRI Bersama Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Muna Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Desa Parigi
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok,
perlengkapan sandang, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diharapkan
dapat meringankan beban para korban dalam masa tanggap darurat serta mendukung
pemulihan awal pasca-bencana. Kegiatan penyaluran bantuan turut melibatkan
unsur pemerintah daerah, relawan kebencanaan, aparat setempat, dan disaksikan
oleh perwakilan masyarakat Desa Parigi sebagai wujud transparansi dan
pertanggungjawaban publik.
Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lokasi kejadian,
kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga
hingga rata dengan tanah beserta seluruh isinya. Akibat peristiwa itu, beberapa
kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengandalkan bantuan
dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Ketua DPC LPRI Kabupaten Muna, La Ode Faisal, S.Kom, dalam
keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran LPRI di lokasi bencana merupakan
bagian dari tanggung jawab moral dan sosial organisasi untuk senantiasa hadir
di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. Ia menegaskan bahwa LPRI
tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik, tetapi
juga berkomitmen terlibat langsung dalam aksi-aksi kemanusiaan.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban
para korban serta menjadi dukungan moril agar tetap kuat, tabah, dan mampu
bangkit kembali pasca-musibah,” ujarnya.
Lebih lanjut, La Ode Faisal mengapresiasi langkah cepat dan
sigap yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Muna dan Tagana dalam proses
pendataan, penanganan awal, serta penyaluran bantuan kepada para korban
kebakaran. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar penanganan
bencana dapat berjalan secara efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Sementara itu, pihak Dinas Sosial Kabupaten Muna dan Tagana menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, lembaga sosial, relawan kebencanaan, dan masyarakat dinilai mampu mempercepat proses pemulihan serta memastikan seluruh korban memperoleh bantuan secara adil dan merata.
LPRI Kabupaten Muna mendorong pemerintah desa dan pemerintah
daerah untuk segera mengambil langkah-langkah lanjutan, termasuk penyediaan
hunian sementara, pemulihan sosial dan psikologis korban, serta pendampingan
ekonomi bagi keluarga terdampak agar dapat kembali menjalani aktivitas secara
normal. LPRI menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada
penyaluran bantuan darurat semata, melainkan harus diikuti dengan upaya
pemulihan yang berkelanjutan dan terencana.
Dalam konteks tersebut, LPRI juga mengingatkan pentingnya
transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai
dari pendataan korban, penyaluran bantuan, hingga pelaksanaan program
rehabilitasi dan rekonstruksi, agar hak-hak korban benar-benar terpenuhi dan
kepercayaan publik tetap terjaga.
Selain itu, LPRI Kabupaten Muna mengimbau masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah
permukiman padat, serta mendorong adanya edukasi dan sosialisasi mitigasi
bencana di tingkat desa. Musibah kebakaran ini diharapkan menjadi pelajaran
bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan dan sistem perlindungan sosial
masyarakat.
Melalui kegiatan kemanusiaan ini, LPRI Kabupaten Muna
berharap terbangun semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah
masyarakat Desa Parigi. LPRI menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan
berperan aktif dalam setiap upaya kemanusiaan, sekaligus mengawal kebijakan
publik agar senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya mereka
yang terdampak bencana dan kondisi darurat
Komentar