Dari Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan: Perjuangan Pemuda Desa Lamanu Membangun Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Kabupaten Muna, Senin, 22 Desember 2025 — Di tengah keterbatasan ekonomi dan minimnya peluang kerja di wilayah pedesaan, secercah harapan lahir dari hamparan lahan pertanian di Desa Lamanu, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini mulai diolah secara serius menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor, sebagai langkah awal persiapan penanaman buah semangka, komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Inisiatif ini digagas oleh Indirwan, seorang pemuda desa yang berjiwa bisnis dan memiliki pandangan jauh ke depan. Di saat banyak generasi muda memilih meninggalkan desa, Indirwan justru memilih bertahan dan berjuang dari tanah kelahirannya. Baginya, pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan strategi ekonomi dan pondasi ketahanan pangan yang mampu menghidupi masyarakat jika dikelola secara profesional.
Pengolahan lahan dengan traktor menjadi simbol perubahan nyata. Dengan teknologi sederhana namun efektif, proses pembajakan dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan hemat biaya. Langkah ini membuka peluang peningkatan produksi, efisiensi usaha tani, serta mempercepat masa tanam, sehingga memberikan harapan baru bagi keberlanjutan sektor pertanian lokal.
“Kami memulai dari keterbatasan, tetapi tidak ingin menyerah pada keadaan. Saya percaya, jika pertanian dikelola dengan perencanaan, kerja keras, dan keberanian mengambil risiko, maka desa bisa mandiri secara ekonomi. Menanam semangka ini bukan hanya soal panen, tetapi tentang menanam harapan bagi masa depan masyarakat,” ujar Indirwan.
Lebih dari sekadar usaha individu, kegiatan ini mencerminkan perjuangan kolektif untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur agar bernilai ekonomi. Budidaya semangka dipilih karena memiliki siklus tanam relatif singkat, permintaan pasar yang stabil, serta potensi keuntungan yang dapat langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
Dari sudut pandang ekonomi, pengolahan lahan ini berpotensi menciptakan lapangan kerja sementara maupun berkelanjutan, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa. Sementara dari sisi ketahanan pangan, produksi hortikultura lokal menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan pangan, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, dan menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.
LPKPM Official menilai bahwa inisiatif yang lahir dari Desa Lamanu ini merupakan contoh konkret pembangunan berbasis masyarakat. Ketika pemuda desa diberi ruang, didukung, dan difasilitasi, maka sektor pertanian mampu menjadi penggerak utama ekonomi rakyat. Sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar upaya seperti ini terus berkembang dan memberikan dampak luas.
Rilis ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Muna, bahwa dari lahan yang sederhana, dengan semangat perjuangan dan harapan yang kuat, masa depan ekonomi dan ketahanan pangan dapat dibangun secara berkelanjutan.
Komentar